Kalkulator IMT (BMI)
Hitung IMT (Indeks Massa Tubuh) dari berat dan tinggi badan, dengan kategori mengikuti klasifikasi status gizi dewasa SKI 2023/Kemenkes. Untuk dewasa 18 tahun ke atas.
Kategori: Normal
Kategori memakai klasifikasi status gizi dewasa dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 / Kemenkes (sangat kurus <17,0 · kurus 17,0-18,4 · normal 18,5-25,0 · gemuk ringan >25,0-27,0 · gemuk berat/obesitas >27,0). Sebagian rumah sakit dan klinik di Indonesia memakai klasifikasi Asia-Pasifik WHO yang berbeda (batas lebih rendah: normal 18,5-22,9, berisiko 23-24,9, obesitas I 25-29,9, obesitas II ≥30), biasanya untuk skrining risiko kardiometabolik — kedua klasifikasi ini tidak identik di rentang 23-27, jadi kategori bisa berbeda tergantung standar yang dipakai. Kalkulator ini hanya untuk orang dewasa (18 tahun ke atas) — tidak berlaku untuk anak-anak (butuh kurva pertumbuhan sesuai usia) atau ibu hamil. IMT tidak membedakan massa otot dari lemak, jadi bisa kurang akurat untuk atlet atau orang dengan massa otot tinggi. Ini perkiraan edukatif, bukan diagnosis medis — konsultasikan ke tenaga kesehatan untuk penilaian status gizi yang akurat.
Kalkulator IMT (Indeks Massa Tubuh) online gratis untuk mengetahui status gizi Anda berdasarkan berat dan tinggi badan. Masukkan berat dalam kilogram dan tinggi dalam sentimeter, dan kalkulator langsung menghitung IMT beserta kategorinya (sangat kurus, kurus, normal, gemuk ringan, atau gemuk berat/obesitas) mengikuti klasifikasi status gizi dewasa dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, Kemenkes. Kalkulator ini khusus untuk dewasa 18 tahun ke atas. Semua dihitung di browser Anda, tanpa daftar dan tanpa data yang dikirim ke server.
Cara menggunakan alat ini
- 01Masukkan berat badanBerat badan Anda saat ini dalam kilogram.
- 02Masukkan tinggi badanTinggi badan Anda dalam sentimeter.
- 03Baca hasilnyaIMT dan kategorinya muncul seketika, dengan penjelasan klasifikasi yang dipakai.
Contoh
- Berat 70 kg, tinggi 175 cmIMT = 70 ÷ (1,75 × 1,75) = 22,9 → kategori normal.
- Berat 80 kg, tinggi 170 cmIMT = 80 ÷ (1,70 × 1,70) = 27,7 → kategori gemuk berat (obesitas), karena di atas 27,0.
- Berat 50 kg, tinggi 175 cmIMT = 50 ÷ (1,75 × 1,75) = 16,3 → kategori sangat kurus, karena di bawah 17,0.
Tips untuk hasil lebih baik
- IMT bukan pengukuran lemak tubuh langsungIMT hanya membandingkan berat dan tinggi, tanpa membedakan otot dari lemak. Atlet atau orang dengan massa otot besar bisa punya IMT tinggi meski lemak tubuhnya rendah.
- Tidak berlaku untuk anak-anak atau ibu hamilIMT anak dihitung dengan kurva pertumbuhan berdasarkan usia dan jenis kelamin, bukan rumus dewasa. Ibu hamil punya panduan kenaikan berat badan tersendiri yang berbeda dari kategori IMT biasa. Kalkulator ini hanya berlaku untuk dewasa 18 tahun ke atas.
- Standar klasifikasi berbeda-bedaKalau di rumah sakit atau klinik Anda melihat kategori IMT yang berbeda dari hasil kalkulator ini, kemungkinan mereka memakai klasifikasi Asia-Pasifik WHO (dengan batas normal yang lebih rendah, 18,5-22,9), bukan berarti salah satunya keliru — keduanya adalah standar resmi yang dipakai untuk tujuan berbeda.
Rumus IMT
IMT = berat badan (kg) ÷ [tinggi badan (m)]². Tinggi dalam sentimeter dibagi 100 dulu untuk mendapat nilai dalam meter. Rumus ini sama di seluruh dunia; yang berbeda antar negara dan institusi adalah batas kategorinya.
Kategori IMT yang dipakai kalkulator ini
Kalkulator ini memakai klasifikasi status gizi dewasa dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, survei kesehatan nasional terbaru Kemenkes — lanjutan dari tabel Depkes RI lima tingkat yang sudah lama dipakai di Indonesia: sangat kurus di bawah 17,0; kurus 17,0 sampai 18,4; normal 18,5 sampai 25,0; gemuk ringan (kelebihan berat badan) di atas 25,0 sampai 27,0; dan gemuk berat (obesitas) di atas 27,0.
Klasifikasi lain yang juga dipakai di Indonesia
Sejumlah rumah sakit dan klinik di Indonesia memakai klasifikasi Asia-Pasifik WHO untuk skrining risiko kardiometabolik (diabetes, penyakit jantung), dengan batas yang lebih rendah: normal 18,5-22,9, kelebihan berat badan berisiko 23-24,9, obesitas I 25-29,9, dan obesitas II 30 ke atas. Kedua klasifikasi ini adalah standar yang sah, tapi tidak identik di rentang IMT 23 sampai 27 — seseorang dengan IMT 24, misalnya, masuk kategori "normal" menurut SKI 2023 tapi "berisiko" menurut Asia-Pasifik WHO. Kalkulator ini transparan menyebutkan klasifikasi mana yang dipakai, dan menyebutkan yang satunya sebagai referensi, supaya Anda tidak menganggap satu angka sebagai "standar Indonesia" yang tunggal.
Keterbatasan IMT
IMT adalah alat skrining awal, bukan diagnosis. IMT tidak membedakan massa otot dari lemak tubuh, tidak memperhitungkan distribusi lemak (lemak perut vs lemak di bagian tubuh lain), dan hanya berlaku untuk orang dewasa (18 tahun ke atas) — tidak untuk anak-anak atau ibu hamil. Untuk penilaian status gizi yang akurat, konsultasikan ke dokter atau ahli gizi yang bisa mempertimbangkan faktor lain seperti lingkar pinggang, komposisi tubuh, dan riwayat kesehatan.
Pertanyaan umum
Bagaimana cara menghitung IMT?
IMT = berat badan (kg) dibagi kuadrat tinggi badan dalam meter. Misalnya berat 70 kg dan tinggi 175 cm (1,75 m): IMT = 70 ÷ (1,75 × 1,75) = 22,9.
IMT normal itu berapa?
Menurut klasifikasi SKI 2023/Kemenkes yang dipakai kalkulator ini, IMT normal berada di rentang 18,5 sampai 25,0. Klasifikasi Asia-Pasifik WHO yang juga dipakai di sebagian rumah sakit memakai rentang normal yang lebih sempit, 18,5 sampai 22,9.
Kenapa kategori IMT saya berbeda di aplikasi atau rumah sakit lain?
Kemungkinan mereka memakai klasifikasi yang berbeda — SKI 2023/Depkes RI (dipakai kalkulator ini) atau Asia-Pasifik WHO (umum dipakai untuk skrining risiko kardiometabolik). Keduanya adalah standar resmi yang sah, tapi kategorinya bisa berbeda terutama di rentang IMT 23-27.
Apakah IMT berlaku untuk anak-anak?
Tidak. IMT anak dihitung dengan kurva pertumbuhan berdasarkan usia dan jenis kelamin (grafik persentil), bukan rumus dan kategori dewasa seperti di kalkulator ini. Kalkulator ini hanya untuk usia 18 tahun ke atas.
Apakah IMT akurat untuk atlet atau binaragawan?
Kurang akurat. IMT tidak membedakan massa otot dari lemak, jadi orang dengan massa otot besar bisa mendapat kategori "gemuk" meski persentase lemak tubuhnya rendah.
Apakah data saya disimpan?
Tidak. Semua dihitung di browser Anda; tidak ada data yang dikirim ke server.
Alat terkait
- Kalkulator Kalori Harian (TDEE)Hitung kebutuhan kalori harian (TDEE) dan perkiraan kalori istirahat (BMR/RMR) dari berat, tinggi, usia, dan tingkat aktivitas, memakai rumus Mifflin-St Jeor.BukaBuka alat
- Kalkulator PersenHitung persen dengan cepat: berapa X% dari suatu angka, berapa persen satu angka dari angka lain, persentase perubahan antara dua nilai, serta tambah atau kurangi persen dari suatu angka.BukaBuka alat
- Kalkulator UsiaHitung umur tepat dari tanggal lahir dalam tahun, bulan, dan hari. Bisa juga menghitung selisih dua tanggal dan hitung mundur ulang tahun. Gratis, langsung di browser.BukaBuka alat

